Capek…..
Mungkin itulah yang aku rasakan sekarang, dah ngelamar kerja kemana2, blum juga ada panggilan. Padahal teman2 yang jadwal sidangnya berbarengan denganku ( T Wardah dan Riki) semuanya sudah dapat pekerjaan.
Capek…..
Mungkin itulah yang aku rasakan sekarang, dah ngelamar kerja kemana2, blum juga ada panggilan. Padahal teman2 yang jadwal sidangnya berbarengan denganku ( T Wardah dan Riki) semuanya sudah dapat pekerjaan.
Harapan, itulah yang baru2 ini menjadi topik pembicaraanku bersama temanku. Dia mengatakan jika berharap itu menyakitkan. Dia memang benar berharap itu menyakitkan tapi hidup ini terdiri dari kumpulan harapan.
Bukankah impian, cita2 itu sama saja dengan berharap????
Bukankah berdoa pun sama saja dengan berharap????
Ketika kita berdoa untuk masuk surga artinya kita berharap masuk surga????
Jika kita tidak berharap maka apa yang akan kita perjuangkan dalam hidup ini???? Baca entri selengkapnya »
”Teh Mae, kita pake raport aja yuk. Ntar teh mae fotokopi raport acha” Waduh kok jadi kayak gini kataku dalam hati.
Sudah lebih dari dua bulan aku membantu saudaraku (cucu dari adik nenekku) menemaninya belajar. Ya, berhubung aku belum menemukan pekerjaan akhirnya aku terima tawaran tersebut. Sungguhnya jadi guru itu tak mudah, bahkan menurutku sangat susah…..
Ya Allah,
terima kasih karena telah memberiku mata
yang dengannya aku bisa melihat kebesaran-Mu
Terdengar bunyi sms dari sebuah HP,
“Maukah kau menungguku ukhti???
Insya Allah satu tahun lagi aku akan datang ke rumahmu untuk mengkhitbahmu”
Jantung Sang Ukhti seperti berhenti berdetak, darah berhenti mengalir, nafasnya naik turun. Mimpi apa semalam pikirnya sampai dapat sms seperti itu.
Kawan pernahkah kau mengalami hal itu???
Sebagai Sang Akhi yang tak ingin kehilangan Sang Ukhti, Sedangkan Sang Akhi mengetahui jika pacaran itu tak ada dalam Islam. Tapi begitu takutnya dia kehilangan Sang Ukhti. Sehingga dia memberanikan diri untuk menanyakan itu.
In this occasion, the Writer would like to say thanks to:
Begitulah, kata2 yang kupakai di laporan untuk mengucapkan terima kasih, dari hatiku yang paling dalam aku ingin mengucapkan terima kasih untuk:
Nah masih ngomongin cita2….
Lalu apa yang harus kita lakukan agar cita2 kita tercapai….
Pertama, luruskan niat. Ketika kamu memiliki cita2, apa niat kamu??? Karena kita seorang muslim, NIATKANLAH UNTUK MENCARI RIDHA ALLAH, bukan yang lain. Karena ketika kita meniatkan perbuatan kita untuk mencari ridha Allah. Insya Allah usahamu akan mendapat pahala. Wawlahu bishawab. Menurutku, sebenarnya setiap cita2 yang baik pasti bermuara pada Allah, maksudnya ketika kita ingin menjadi guru niatkan kita menjadi suri tauladan untuk muridnya, bukan karena kamu akan merasa hebat karena dibelakang namamu ada embel2 S.pd nya. Ketika muridnya mengikuti dan mengamalkan perilaku gurunya, secara tidak langsung menjadi guru adalah salah satu upaya dia untuk mencapai ridha Allah. Kalian pernah dengerkan “Segal perbuatan tergantung dari niat”. Jadi niat itu fondasi yang mutlak harus dimiliki agar kita termotivasi ketika memperjuangkan cita2 kita.
Kedua, caranya benar. CATAT CARA2 YANG BISA KAMU TEMPUH SUPAYA CITA2 KAMU TERCAPAI. Contohnya ketika kamu bercita2 menjadi guru (gpp kan contohnya guru lagi……). Misalnya kamu belajar yang rajin, tidak nyontek, belajar untuk mulai berbicara didepan orang banyak, banyak bertanya kepada guru yang kamu anggap sebagi guru favouritmu bagaimana menjadi guru yang baik.
Allah Know Zain Bikha
When you feel all alone in this world
And there’s nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows
When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows
CHORUS
No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows
When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows
When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows
CHORUS
When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows
You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows
CHORUS (x2)
BRIDGE:
Every grain of sand,
In every desert land, He knows.
Every shade of palm,
Every closed hand, He knows.
Every sparkling tear,
On every eyelash, He knows.
Every thought I have,
And every word I share, He knows.
Allah knows
Cita2ku uuuuuuuuuuuuuuuu jadi seorang pilot. Duh kq jadi kayak lagunya Joshua gini sich (Wah jadi mengenang masa muda nich, hehehe……..). Ngomongin masalah cita2, kayaknya gak akan habis2 dech. Menurut Kamus Oxford, cita2 atau dream adalah wish to have or be something, especially one that seems difficult to be achieved.
Kalian setuju???
Yah, bukan cita2 namanya kalo didapat dengan mudah, bukan cita2 namanya kalau didapat dengan malas2an. Cita2 tak akan pernah terwujud jika kita hanya diam, bermalas2an, cepat putus asa. Cita2 itu butuh usaha, butuh perjuangan untuk mewujudkannya.
Apa kalian masih ingat, apa cita2 kalian ketika kalian masih kecil??? Aku tahu, standar banget pasti gak jauh dari jadi dokter, guru, pilot (Tebakannku benerkan??? Hehehe coz aku pun bercita kayak gitu waktu kecil…..) Gak pernah kan kepikiran jadi ahli nuklir, yah karena ketika kecil pikiran kita masih sederhana, tak memikirkan yang rumit2, gak mikirin besok makan apa, besok kebeli beras atau gak (hehehe ya iyalah, memanggnya ibu2).
Lalu standar sesuatu dikatakan cita2 itu seperti apa??? Apa menjadi Si Pitung bisa dikatakan sebagai cita2??? Nah disini aku akan menguraikan sedikit tentang itu, ini menurutku sendiri. Kalau menurutku sesuatu dikatakan cita2, apa bila niatnya baik dan caranya benar atau sama saja dengan syarat diterimanya amal. Maksudnya apa tuch…..
Ketika seseorang berkata kalau cita2nya ingin menjadi seperti Si Pitung, mencuri harta orang kaya untuk dibagikan kepada orang miskin. Mungkin secara kasat mata, cita2 itu mulia, membantu orang yang membutuhkan, niatnya memang baik, tapi caranya salah. Karena dia mencuri harta orang lain, mencuri tetap saja mencuri apa pun alasannya. Walaupun ketika seorang anak diam2 mengambil uang ibu, dan ibunya ikhlas ketika mengetahuinya. Tapi tetap saja dia pernah mencuri.
Lalu kalau misalnya cita2mu ingin jadi juara kelas, kamu meraihnya dengan cara yang baik, belajar dengan rajin, tidak mencontek etc. Tapi niat kamu itu untuk menyombongkan diri dengan kepintaranmu. Nah itu yang namanya caranya benar tapi niatnya salah. Karena tidak patut manusia itu untuk sombong, sombong itu hanya pakainannya Allah, mutlak hanya milik Allah.
Nah, apa cita2 kalian, kalau aku ada dech (hehehe garing banget ya….). Cita2ku selain masuk surga, menjadi hamba yang bertaqwa, ada satu hal yang wah……..
Cita2 yang membutuhkan bantuan orang lain untuk mewujudkannya (Itu rahasia….)
Selain itu aku masih punya beberapa cita2,
Sebenarnya aku kadang suka pengen ketawa. Pas aku bilang aku pengen bisa ngejahit buat bikin baju sendiri, Ibuku bilang, kalau pengen ngejahit, ngapain dulu kuliah. Aduh itu karena aku tuh gak betah kerja cuman duduk didepan komputer seharian, pegel, BT, bosen. aku senang ketemu banyak orang, walaupun ku akui sosilisasiku tak begitu bagus.