Experiences in Teaching

”Teh Mae, kita pake raport aja yuk. Ntar teh mae fotokopi raport acha” Waduh kok jadi kayak gini kataku dalam hati.

Sudah lebih dari dua bulan aku membantu saudaraku (cucu dari adik nenekku) menemaninya belajar. Ya, berhubung aku belum menemukan pekerjaan akhirnya aku terima tawaran tersebut. Sungguhnya jadi guru itu tak mudah, bahkan menurutku sangat susah…..


Ketika aku menyuruh sesuatu kepada Acha dia selalu bilang ”enggak mau ah, susah Teh Mae”. Selalu saja itu…. Entah dia emang malas untuk melakukannya atau dia memang merasa itu susah… Hal yang selalu aku tanamkan kepada Tasya ”Acha nich kebiasaan, belum dicoba dah bilang susah, coba dulu!” dan akhirnya ketika dia bisa melakukannya aku bilang ”Tuch kan kata Teh Mae juga apa? Coba dulu!” Aku ingin dia jadi orang yang gak gampang nyerah!

B. Indonesia

Ketika aku memberikan pelajaran kepada Acha, aku tidak terlalu memporsir dia untuk selalu belajar. Pelajaran yang baru saja beberapa hari aku berikan yaitu pelajaran membaca puisi, sebenarnya aku juga tak terlalu bisa membaca puisi. Ya, disini aku ingin memunculkan keberanian didalam diri acha supaya dia tak malu untuk berbicara didepan orang banyak contohnya baca puisi. Setelah itu aku pun menyuruh dia bercerita tentang kegiatan yang kemarin dia lakukan…..

Di bawah ini merupakan puisi buatan acha

Wahai ibu

Ibu kau yang mengurusku

Sewaktu aku masih kecil

Mengurus dengna senang hati

Mengurusku tiada henti

Wahi ibu

Terima kasih itu

Telah mengurusku

Sampai sekarang

Walaupun aku sering nakal

Sering menangis dan rewel

Sering mengesalkan

Tapi ibu bersabar

Acha termasuk anak yang keukeuh ma keinginannya. Ketika aku suruh dia untuk membuat puisi tentang ibu, jelas sekali bahwa dia sangat menolak. Tapi karena aku pun orangnya keukeuh dan aku pun bilang ”Disini siapa gurunya, kan Teh Mae! Masa ada guru nurutin muridnya.” Dan akhirnya dia nurut…… (hehehe aku yang menang). Dan setiap dia nurut dia selalu bilang. ”Teh Mae mah orangnya keukeuh”

Dalam proses membuat puisi tersebut, ada beberapa kata yang yang dia tak tahu ejaannya. Aku pun mengulang2 kata tersebut….”Nich Teh Mae, ngomong, Acha dengerin terus tulis hurupnya apa aja, mengurusku….. mengurusku……” Selain kata mengurusku ada kata engkau…. dalam memberikan pelajaran tentu saja kau tak ingin langsung memberi tahu isinya, tapi caranya. Itu yang ku terapkan pada siapa pun jika ada yang bertanya padaku.

Dalam kertas itu pun, acha menggambar seorang wanita menggendong seorang bayi. Wah ide yang kreatif, bahkan aku tak sampai kepikiran tentang itu….. aku menyuruhnya untuk menunjukkan puisi tersebut kepada ibunya sambil memasang foto dia dan ibunya plus tanda tangan acha, ibunya dan kesan ibunya setelah membaca puisi buatan Acha. Aku pun ingin membiasakan kepada anak2 untuk tak malu mengungkapkan rasa sayangnya pada ibunya…. Hal yang sama yang akan aku terapkan pada anakku nanti……

B. Inggris

Biasanya aku hanya memberikan vocabulary untuk menambah kosakatanya. Biasanya aku juga mengajak adikku yang kelas 4 sd untuk ikut belajar. Metode yang aku gunakan tebak2an… Ketika ulangan terakhir aku mengajak jalan2 acha keliling rumahku. Aku menunjukkan benda dan dia tebak bahasa inggrisnya serta tulisannya…. Jadilah hari itu kami seperti bermain2. (Kadang aku bingung nich tuch belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar) dan pada ulangan yang terakhir aku menyebutkan bahasa inggris dan dia menggambar yang aku maksudkan…..

Jadilah gambarnya seperti dibawah ini…….

anak2-buatan-acha1

Aku juga memberikan beberapa kalimat dalam bahasa inggris don,t give up, don,t cheat, up to you etc… Aku pun selalu menanamkan kepadanya kalau bisa dia gunakan kata itu ketika berbicara dengan teman2nya. Contohnya misalnya ketika ada teman Acha yang bilang itu susah ketika ngerjain soal, acha bilang don’t give up. Ketika ada teman acha ngajak acha jajan, acha bilang up to you… itu akan membuat acha tidak lupa dengan kata tersebut dan membuat temennya mendaptkan pengetahuan baru….

Matematika

Ya, seperti guru2 yang lain aku hanya memberikan soal dari buku latihan. Hanya saja, ketika aku selesai menerangkan dan memberikan dia soal untuk dikerjakan. Aku menyuruh dia di papan tulis untuk membuat soal sendiri, mungkin agak extereme juga anak kelas 3 sd dah disuruh bikin soal sendiri, ya namanya juga anak kecil tentu saja acha memilih angka yang kecil2 ketika aku suruh dia membuat soal….

Tapi……….

Aku merasa bersalah ma adik2ku. Aku jarang banget menemani mereka belajar. Karena sebagian waktuku aku gunakan untuk memberikan pelajaran tambahan kepada acha. Dalam seminggu aku mengelesi acha 3x.. Ketika aku sudah bekerja aku berniat untuk berhenti memberikan pelajaran tambahan pada acha. Tapi dia malah minta pake raport. Dia juga bilang ”Teh mae jangan kerja, teh mae kan lagi ngajar acha. T Mae ngajar disekolahan acha aja!” Setiap pulang dari rumahku sekarang dia selau cium tangnku. Duh aku jadi gak tega buat berhenti memberikan pelajaran tambahan padanya…….

I wanna be a good teacher for Acha but I wanna be good sister for my sister and brother too. What must I do??? It really makes me confused…..

1 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    dita raditya berkata,

    Emang ngajar anak ( membantu belajar ) susah banget….Abis Q kan juga pernah jadi guru les gt…….susahnya bukan maen…..ngajar anak Tk, SD………butuh banget kesabaran…..sabarnya harus 100×3.000.000.000.000.Makanya profesi itu q tinggalin….Mungkin aja q harus belajar ilmu sabar…….lebih banyak lagi……so sukses buat mu ya…..


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda