Harapan, itulah yang baru2 ini menjadi topik pembicaraanku bersama temanku. Dia mengatakan jika berharap itu menyakitkan. Dia memang benar berharap itu menyakitkan tapi hidup ini terdiri dari kumpulan harapan.
Bukankah impian, cita2 itu sama saja dengan berharap????
Bukankah berdoa pun sama saja dengan berharap????
Ketika kita berdoa untuk masuk surga artinya kita berharap masuk surga????
Jika kita tidak berharap maka apa yang akan kita perjuangkan dalam hidup ini????
Ketika temanku berkata dia akan belajar untuk tidak berharap terlalu banyak, maka aku akan mengatakan berharaplah walaupun berharap itu pedih, walaupun berharap itu sakit. Justru ketika kita tahu bahwa akan terasa sakit dan pedih ketika harapan itu tak tercapai maka sebelumnya kita harus memperjuangkannya dengan sekuat tenaga kita. Sehingga kita tidak akan pernah menyesal karena sebelumnya kita telah memperjuangkan apa yang kita harapkan.
Seperti yang telah terjadi padaku, dulu aku sangat berharap untuk masuk STAN. Sampai2 aku coba segala cara untuk bisa ikut Ujian Saringan Masuk, semuanya aku lakukan sendiri karena orangtuaku tak setuju aku masuk STAN. Dari mulai bayar uang pendaftaran ke bank, aku siapkan syaratnya, aku pergi sendiri untuk mendaftarkan ujian padahal itu pertama kalinya aku pergi ke Tangerang sendiri, aku pun pergi mencari tempat ujian sendiri, aku pergi ujian sendiri… Semuanya aku lakukan sendiri, karena saat itu aku sangat berharap dan apa pun caranya akan aku lakukan agar harapanku terwujud… Ketika aku tahu aku tak lolos Ujian Saringan Masuk, ku akui aku sedih tapi aku tak menyesal karena aku telah memperjuangkan sesuatu yang aku harapkan.
Ketika aku merasa kekuatan ini telah hilang, harapan itu terlalu sulit untuk aku capai. Aku selalu mengatakan aku perempuan kuat, aku bukanlah perempuan yang gampang menyerah, aku akan memperjuangkan sesuatu yang aku harapakan, sesuatu yang aku anggap berharga, impianku, cita2ku. Aku tahu Allah punya segalanya, tak kusangsikan itu tapi Ya Allah biarkan aku memperjuangkan sesuatu yang menurutku berarti dan jika nanti harapan ini tak terwujud aku yakin ini adalah yang terbaik untukku. Itulah yang selalu aku katakan pada Tuhanku, Allah Azza wa Jalla.
Menurtku harapan akan berbanding lurus dengan usaha, ketika kita punya yang besar maka usaha yang kita lakukan akan semakin besar tapi ketika harapan kecil maka usaha yang kita lakukan pun akan kecil.
Menurutku menyesal ketika tidak mencoba memperjuangkan apa yang kau harapkan akan lebih besar daripada rasa sakit dan perih yang diterima karena tidak mendapatkan apa yang kau harapkan.
Jika pada nantinya harapan itu tak menjadi kenyataan, justru disitulah keikhlasan kita diuji, keikhlasan kita untuk menerima takdir yang telah ditentukan oleh Allah. Dan yang bisa kita lakukan saat itu hanyalah berusaha untuk meyakini surat cinta-Nya, al-Quran:
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS al-Baqarah ayat 216)
Menurutku itulah artinya sebuah harapan.
Aku dan temanku memang dua orang yang berbeda jadi wajar saja jika kami mempunyai cara pandang yang berbeda tentang arti sebuah harapan…. Y sudahlah bukan kapasitasku untuk memaksakan pendapatku tentang harapan padanya….. Aku hanya ingin berbagia apa makna berharap padanya, kawanku.