Sang pengganggu

Posted: Maret 13, 2011 in Ya Rabb...

Bogor, 13 Maret 2011

Dear Allah Azza wa Jalla

Ya Allah, hanya Engkau yang tahu seberapa besar sedih yang ada dihatiku. Pagi, siang dan malam selalu ada yang jatuh di pelupuk mata. Harus berapa kali ku lalui putaran waktuMu hingga sedih itu hilang? Apa salahku hingga semua menjadi seperti ini? Apa salahku hingga aku dicap seperti ini?

Menyakitkan sekali keadaan ini hingga membuatku seperti mati rasa. Perih karena kawan yang aku anggap berharga dalam hidupku, kawan yang selama ini selalu ku jaga, kawan yang selama ini tak kubiarkan satu orang pun menyakitinya, kawan yang selama ini selalu aku berusaha memberikan yang terbaik, justru tak peduli dengan rasa sakit yang aku rasakan.

Tak akan pernah ada ucap, tak akan pernah ada tatap. Selamanya.

Aku tak akan memulai hingga kawanku yang memulai. Impossible, tidak mungkin terjadi. Aku seperti memimpikan matahari di tengah malam yang pekat. Kini aku hanya seorang yang LUMPUH di tengah KEGELAPAN.

Dia salah, dia sangat salah. Aku belum bisa menerima ini semua. Aku hanya berusaha berdiri dengan sisa tenaga yang aku miliki. Aku menangis, berlirih sendiri dan bertanya kenapa semua berubah?

Kini aku menangis sendiri.

Aku hanya akan menangis di depanMu, ya Allah. Sedih ini harus bisa aku sembunyikan. HARUS. Bagi kawanku, aku hanya seorang pengganggu dalam hidupnya yang membuat hidupnya tidak bebas dan terbebani. Sedih, ya rabb. Menyadari bahwa selama ini aku hanya dianggap sebagai seorang pengganggu. Dia berkata, tanpamu kawan. Kini hidupku bebas. Bebas tanpa beban.

Ya Allah, aku adukan semuanya padaMu, hanya padaMu. Tolong aku ya rabb..

DAri: Aku, sang pengganggu.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s