Idealisme dan Integritas

Posted: Juli 16, 2011 in Cerita-cerita

Idealisme adalahkeyakinan bahwa nilai-nilai yang ideal bisa terwujud di dunia. Orang yang idealis tidak mau menyerah pada nilai-nilai buruk. Orang yang idealis tidak mau dunia dikuasai oleh orang yang busuk. Orang yang idealis tidak mau di dunia tersebar kejahatan danpenyimpangan. Orang yang idealis yakin bahwa kebaikan dan prinsip-prinsip yang mulia bisa tegak dan tertanam di hati semua orang.

Mungkin kita sudah sering mendengar idealisme tapi bagaimana dengan integritas. Sudahkah kita mendengarnya atau malah ini pertama kalinya kamu mendengar kata INTEGRITAS??? Haduh, haduh jangan sampe dech..

Lalu apa hubungannya antara idealisme dan integritas???

Orang yang punya integritas, bisaanya punya idealisme tinggi. Dan, orang yang idealis bisaanya suka berjuang. Memperjuangkan keyakinanya dengan kerja keras dan usaha yang cerdas.

Menjadi diri sendiri adalah maksud utama dari membangun integritas. Ini yang akan menjadi kunci keselamatan kita sepanjang hidup. Seruan untuk membangun integritas diri, tertutur murni di dalam Al-quran sura Asy-syams ayat 9-10

“Dan demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaanNya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”

Allah SWT memberikankebebasan kepada manusia untuk menentukansendiri jalan yang akan dipiihnya. Allah SWT mengilhamkan kepada setiap manusia jalan kefasikan dan jalan ketakwaan. Tidak ada satu pun manusia yang tidak mendapatkan kedua pilihan itu.

Integritas tidak bisa dilatih, tidak bisa diajarkan.  Integritas itu hanya bisa dikembangkan. Modalnya adalah dirimu dan kejujuran yang pernah kamu lakukan seumur hidup.

Integritas berkembang dengan kita melatih diri untuk selalu berada dalam kebaikan dan kejujuran. Integritas hanya dimiliki oleh orang-orang yang berpegang pada kebenaran. Tanpa itu, kamu tidak berarti.

Orang yang berintegritas anti-berbuat jahat.  Kejahatan adalah suatu hal yang nggak mungkin dilakukan oleh seorang yang beintegritas. Cukup dengan berdiam diri dan tetap menjadi dirnya sendiri. Orang yang berintegritas ga perlu repot bikin konferensi pers atau pengumuman di media. Cukup dengan menjalani hari seperti bisaa, akhirnya orang lain akan melihat ke dalam hatimu dan prinsip yang kamu miliki.

Nah, sekarang kamu sudah mengerti,kan,integritas itu sangat penting? Tanpa memiliki integritas,kamu sulit untuk menjadi orang yang kuat. Kuat ini dalam artian kualitas diri kamu. Maksudnya, kamu menjadi pribadi yang tangguh, karena kamu memiliki integritas diri yang baik.

Untuk bisa menjadi seorang manusia yang utuh, hampir tidak mungkin bila tanpa integritas. Integritas menjadi awalan sekaligus tiang penguat kepribadian kita. Integritas membuat kamu memiliki kepribadian yang baik.

“Integritasku sbg seorng pelajar adlh TIDAK mncontek, pun TIDAK MEMBERIKAN contekan. Hasil pnting tp proses jg pnting agr nantiny hasil yg dicpai BERKAH.. bkn krn aku akn mnjd clon guru yg dri skrg hrs bsa mbrikn cntoh yg baik tp krn inilah integritasku, jalan hidup yg aku pegang…” Inilah status beberapa hari yang lalu di account fbku.

Pernah ketika UTS semester 2 berlangsung sekitar 2 bulan yang lau. Parahnya aku baru membaca materi beberapa menit sebelum ujian dimulai. Disebelah kiriku duduk seorang sahabat dekatku karena jarak kursi yang tidak terlalu jauh, akhirnya dia bisa melihat  jawabanku.

“Mae, itu salah. Liat aja sama aku, “ kata dia, sahabatku menawarkan ‘bantuannya’.

“Ga usah, gpp,” katak sambil terus melihat lembar jawabanku berharap bahwa aku mendapat ilham jawaban yang benar.

“Udah liat ja punya  aku, nich,” kata dia sambil mendekatkan lebar jwabannya padaku. Lagi2 dia terus berusaha  ‘membantuku’.

Aku pun mengangkat kepalaku dan berkata kepadanya, “udah gpp. Mae ga mw liat jawabanmu. Mae terima kalau mae dapaet jelek kaerena salah mae sendiri ga belajar. Mae akui mae yang salah.”

“mae mah aneh, dikasih jawaban malah ga mw.”

“udah gpp, Mae yang salah kq.” Katakau mengakhiri diskusi kami ketika UTS berlangsung.

Aku pun mulai menolak jika ada teman yang bertanya ketika ujian. Pernah waktu itu ada yang bertanya tapi aku berkata maaf dan dia tidak pernah meminta contekan kepadaku lagi. Ketika aku tidak memberikan contekan. Jika sudah terdengar gaduh2 ketika ujian berlangsung aku pun berujuar.. sssssssssssssuuuuuuuuutttttttttttttttttttttttt…..

Oleh karena itu aku lebih memilih untuk duduk di depan, lebih tenang dan tidak terganggu dengan ‘transaksi2’ yang dilakukan teman2 yang lain. Selain duduk di depan, trik lain agar tidak dicontek adalah arahkan mata dan fokuskan hanya pada kertas ujian. Jangan pernah sekalipun tengok kanan, kiri, dan belakang. Itu akan membuat teman2 mengurungkan niatnya bertanya kepadamu.

Jadi hidup dengan memiliki integritas itu perlu, WAJIB malah. Bayangkan ketika seorang pejabat yang tidak memiliki integritas untuk berpihak pada rakyat maka dia hanya akan mementingkan kepentingan golongannya saja. Bayangkan jika seorang guru tidak memiliki idelaisme berbuat adil, guru tersebut hanyakan berpihak pada murid yang berpunya saja.

Idealismeku sebagai seorang wanita adalah tidak akan pernah mengatakan cinta pada seseorang yang belum halal untukku. Mulai saat ini dan seterusnya akan aku pegang prinsip itu.. (^_^)

Sumber:

Sebagian diambil dari buku Lebih dari sekedar PD, karya Gina Al-Ilmi & ILNA Learning Center

Dan pengalaman penulis..

@ 8 Juli 2011

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s